Bayi Baru Lahir di Sumenep Meninggal Diduga Karena Malpraktik, Keluarga Salahkan Puskesmas Batang-Batang

  • Bagikan
Bayi Baru Lahir di Sumenep Meninggal Diduga Karena Malpraktik, Keluarga Salahkan Puskesmas Batang-Batang
Bayi Baru Lahir di Sumenep Meninggal Diduga Karena Malpraktik, Keluarga Salahkan Puskesmas Batang-Batang. (Ilustrasi/iStock/Kwangmoozaa)

SUMENEP, LITERA TIMES – Seorang bayi baru lahir asal Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep meninggal diduga karena malpraktik di Puskesmas Batang-Batang.

Pihak keluarga korban menyalahkan Puskesmas Batang-Batang yang salah satu perawatnya diduga melanggar prosedur dalam pengambilan tindakan medis terhadap bayi baru lahir tersebut.

Kronologi kasus meninggalnya bayi baru lahir asal Desa Tamidung, Batang-Batang itu diungkap oleh Fudali, pihak keluarga bayi.

Fudali menceritakan, bayi baru lahir yang meninggal diduga karena malpraktik Puskesmas Batang-Batang itu adalah anak kedua dari Rumnaini, warga Dusun Mojung, Desa Tamidung.

Rum, panggilan akrab ibu si bayi, melahirkan anak keduanya tersebut di Puskesmas Batang-Batang pada Rabu malam, 15 November 2023 lalu.

Pagi hari sekitar pukul 09.00, Rum dan bayinya diperkenankan pulang karena kondisi bayi sehat dan tidak ada gejala apapun dan sehat. Namun, pihak Puskesmas Batang-Batang meminta kembali hari Sabtu untuk cek laboratorium.

Singkat cerita, pada Sabtu, 18 November 2023, orang tua dan bayinya kembali ke Puskesmas untuk dilakukan cek laboratorium. Setibanya di Puskesmas, salah seorang  perawat mengambil sampel darah si bayi di bagian tumit guna melakukan tes kestabilan tubuh.

“Setelah pengambilan darah, pihak Puskesmas Batang-Batang memperbolehkan si bayi pulang dengan orang tuanya karena tidak ada gejala apapun dan kondisinya masih sehat serta stabil,” tutur Fudali, Selasa, 21 November 2023.

Setibanya di rumah, tiba-tiba tubuh bayi baru lahir tersebut mengalami drop hingga demam mulai Sabtu malam hingga Senin malam.

Karena itu, orang tua si bayi yang panik kembali membawa ke Puskesmas Batang-Batang. Sayang, pihak Puskesmas menyampaikan tidak mampu menangani, sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Garam, Kalianget.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *