Musik Tong-Tong Bagian dari Jati Diri Sumenep

  • Bagikan
Musik Tong-Tong Bagian dari Jati Diri Sumenep
Penonton memadati kegiatan Festival Musik Tong-Tong 2022 yang digelar Pemkab Sumenep dalam rangka peringatan Hari Jadi Ke753, Sabtu (22/10/2022) malam. (Foto Istimewa/Facebook)

SUMENEP, LITERA TIMES – Setelah sekian lama menunggu, kehadiran Festival Tong-Tong akhirnya menjadi obat bagi masyarakat Kabupaten Sumenep.

Ribuan warga berbondong-bondong memadati jalanan Kota Sumenep. Tua muda, besar kecil nampak sumringah menyaksikan penampilan puluhan kelompok musik tong-tong kontemporer dalam event yang diselenggarakan Pemerintah Daerah.

Katanya, musik tong-tong telah menjadi bagian dari jati diri Sumenep. Sehingga sudah sepatutnya musik tradisional itu dijaga dan dirawat dengan baik. Tentu saja, tujuannya agar budaya dan kesenian tersebut tetap terjaga dan lestari sampai kapanpun.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, musik tong-tong itu telah diakui milik masyarakat Kabupaten Sumenep oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebagai sebagai warisan budaya tak benda (WBTb).

“Jadi, mari kita lestarikan budaya dan tradisi yang sangat berharga ini sebagai identitas dan jati diri Sumenep,” ajak Bupati Achmad Fauzi saat melepas peserta Festival Tong-Tong, Sabtu, 22 Oktober 2022 malam, di depan GOR A. Yani Sumenep.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu mengungkapkan, pagelaran Festival Tong-Tong sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Baru setelah pandemi berakhir, festival tersebut kembali digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Ke-753 Kabupaten Sumenep tahun 2022.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *